50 Desa di Demak Dinyatakan Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan
Bupati Natsir menyebutkan bahwa dari 249 desa atau kelurahan di Kabupaten Demak, sudah ada 50 desa yang sudah bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Problem kebersihan lingkungan telah lama menjadi pekerjaan rumah Pemkab Demak. Untuk mengatasinya, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Diperlukan kerja keras untuk mengajak masyarakat agar mencintai kebersihan lingkungan, terutama keberadaan jamban di pinggir sungai atau kali. Bahkan, masyarakat Demak perlu pemahaman dan sosialisasi secara menyeluruh serta intensif terkait hal ini. Bupati Demak HM Natsir pun mencoba mengatasi persoalan ini dengan mencetuskan sebuah gerakan yang disebut “Sedekah Jamban”. Jika umumnya sedekah identik dengan uang atau barang, Bupati Demak menjajal terobosan baru dengan solusi sedekah jamban.

“Samasama sedekah, tapi sekedah jamban ini lebih berfungsi sebagai penjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga,” sebut Bupati. Bupati mengatakan, menjaga kebersihan dari hulu, lebih baik dibanding mencegahnya saat di hilir. Salah satu hasilnya, yaitu menghilangnya jambanjamban di pinggir sungai yang selama ini telah menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar. Keberadaan jamban di sungai selain mengganggu pemandangan, juga menjadi sarang berbagai macam penyakit. “Sekarang dapat dilihat, sungai-sungai di Demak bahkan di pelosok wilayah sudah bersih dari jamban. Warga Demak sudah menyadari arti penting kebersihan lingkungan bagi kesehatan mereka,” ungkap Natsir.

BACA JUGA:  GERMAS Melalui Konsep Pendekatan Keluarga Puskesmas Lolo Kabupaten Kerinci

Bupati Natsir pun meraih penghargaan sebagai bupati terbaik dalam bidang kebersihan dari salah satu media massa. Terkait dengan program Indonesia Sehat, di mana salah satu indikatornya adalah satu keluarga memiliki jamban sehat, Bupati Natsir menyebutkan bahwa dari 249 desa atau kelurahan di Kabupaten Demak, sudah ada 50 desa yang sudah bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). “Kami juga merencanakan program menuju Demak Bebas Buang Air Besar Sembarangan melalui gerakan Sedekah Jamban. Hal ini untuk membantu keluarga yang tidak mampu agar mereka juga bisa menggunakan sarana jamban keluarga sehat sehingga target 100% desa bebas BABS dapat tercapai,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada 50 desa yang sudah bebas BABS. Demak memiliki luas wilayah 89.743 hektare yang menyimpan berjuta potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ada empat sektor unggulan yang menjadi penopang kemajuan daerah, yakni sektor kelautan dan perikanan, pertanian, UMKM, dan pariwisata. Dengan visi terwujudnya masyarakat Demak yang agamais, lebih sejahtera, mandiri, maju, kreatif, kondusif, berkepribadian, dan demokratis, salah satu misinya adalah meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sesuai standar.

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga, masyarakat, serta didukung pemerintah. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesehatan harus secara kontinu dilakukan guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan.

BACA JUGA:  Pengabdian Masyarakat, STIKes Kuningan Beri Penyuluhan Kesehatan di SMPN 1 Cibereum

Usia harapan hidup di Demak pada 2016 mencapai 75,27 tahun atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 73,85 tahun. Ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan Kabupaten Demak mengalami peningkatan. Bupati Natsir juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara bersamasama dan kontinu yang diharapkan dapat mencegah penularan penyakit lain yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD).

“Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD, camat, dan kepala desa se- Kabupaten Demak untuk melaksanakan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Gerakan ini membutuhkan peran masyarakat dengan melibatkan keluarga dalam pemeriksaan pemantauan dan pemberantasan jentik dengan pembudayaan PSN3M plus jumantik,” ujar Natsir. Diharapkan masingmasing rumah, perkantoran, sekolah, rumah sakit, masjid, dan tempattempat umum lainnya menunjuk satu petugas yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan pemantauan dan pemberantasan jentik.

“Bupati juga mengajak masyarakat agar mau menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti tanaman lavender. Selain itu, Bupati meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan air serta lingkungan sekitarnya, sebagaimana slogan Satu Sampah Sejuta Masalah, maka ayo letakkan sampah pada tempatnya,” imbuh Kabag Humas Pemkab Demak Endah Cahyarini.

Sumber koran-sindo.com

(Visited 520 times, 1 visits today)