
Banyak orang baru menyadari pentingnya TBC saat batuk berdarah, bahkan sampai orang di sekitarnya meninggal karena TBC. Saat batuk terus menerus, mereka tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui PATEN TBC (Peduli Aksi Tuntaskan Eliminasi TBC), masyarakat diajak untuk memahami bahwa TBC nyata, namun bisa dicegah dan diatasi.
Kegiatan PATEN TBC dilaksanakan pada pukul 10.00-12.00 WIB dengan rangkaian acara yang berfokus pada edukasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, dan mendorong perilaku pencegahan dan pengendalian terkait TBC. Acara dibuka secara resmi oleh Puskesmas Pondok Cabe Ilir dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka kegiatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, perwakilan Ketua RW 11, Dosen Pembimbing Fakultas dan Lapangan, serta Kepala Puskesmas Pondok Cabe Ilir. Dalam sambutannya, para pihak menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan PATEN TBC sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian TBC.
Rangkaian pembukaan ini menjadi pengantar bagi peserta untuk mengikuti kegiatan inti dengan suasana yang tertib dan kondusif. Dukungan pihak lain yang terlibat menunjukkan bahwa PATEN TBC tidak hanya menjadi kegiatan penyuluhan semata, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat terkait TBC.Sebelum materi disampaikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test singkat untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka tentang TBC. Kegiatan inti kemudian diisi dengan pemaparan materi oleh Dr. Febrianti selaku Dosen Pembimbing Fakultas yang menjelaskan materi seputar TBC. Materi terdiri dari pengertian, cara penularan, gejala pada anak usia 0-14 tahun dan usia dewasa ≥15 tahun, pencegahan TBC, hingga pentingnya pemeriksaan dan kepatuhan minum obat. Seluruh materi disampaikan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sesi tanya jawab menjadi ruang terbuka bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait TBC.

Agar pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai teori, sesi penyuluhan dilanjutkan dengan games edukatif yang melibatkan peserta secara aktif untuk menjawab setiap soal yang diberikan. Melalui pendekatan ini, materi TBC kembali diulas dengan cara yang lebih santai tanpa mengurangi esensinya. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap soal, sekaligus menunjukkan bahwa edukasi TBC dapat disampaikan secara menarik dan mudah diterima. Sebagai penutup, post-test dilakukan untuk menilai sejauh mana pemahaman peserta meningkat setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sebagai tindak lanjut, panitia juga memperkenalkan intervensi berkelanjutan berupa penyebaran poster dan video edukatif agar informasi pencegahan TBC tetap dapat diakses oleh masyarakat. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang permainan edukatif, pembagian hadiah, serta doa bersama.
Melalui PATEN TBC, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa batuk berkepanjangan, serta gejala TBC lainnya bukan hal yang dapat diabaikan. Dengan pengetahuan yang tepat dan kepedulian bersama, upaya menuntaskan TBC dapat dimulai dari lingkungan terdekat.