
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, angka kematian ibu (AKI) mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus sebesar 14.623 kasus. Penyebab kematian ibu terbanyak di sebabkan oleh pre eklamsia dan perdarahan.

Kematian ibu dapat disebabkan oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung adalah komplikasi yang terjadi saat hamil, persalinan, dan nifas. Faktor tidak langsung adalah kematian yang terjadi pada ibu hamil akibat penyakit sebelumnya atau yang berkembang selama kehamilan. AKI merupakan salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan Perempuan dan merupakan indikator sensitif yang menunjukkan kualitas kesehatan suatu negara.

Faktor-faktor yang berkontribusi dalam AKI yang tinggi dapat dikendalikan melalui penerapan strategi efektif dalam Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). P4K adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil, suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan mencegah komplikasi. Program ini difasilitasi oleh bidan desa dan puskesmas.
P4K penting untuk dilakukan karena dapat mengurangi angka kematian ibu hamil, mulai dari masa kehamilan hingga selesai masa nifas. Beberapa tujuan P4K, antara lain:
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam merawat kehamilan, persalinan, dan masa nifas
- Menurunkan angka kematian ibu dan bayi
- Memastikan adanya rencana persalinan yang aman
- Memastikan adanya rencana kontrasepsi yang akan digunakan
- Memastikan adanya dukungan masyarakat dan kader.
Selain itu ada beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan ibu hamil dan suami agar persalinan aman, antara lain:
- Merencanakan persalinan di fasilitas kesehatan
- Memeriksa kehamilan secara teratur minimal 4 kali
- Istirahat yang cukup
- Melakukan aktivitas fisik yang dianjurkan
- Minum vitamin atau tablet tambah darah
- Memperhatikan gizi dan kesehatan selama kehamilan
- Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
Keberhasilan Program P4K dapat diukur melalui beberapa indikator, yaitu:
- Persentase desa yang melaksanakan P4K dengan stiker
- Persentase ibu hamil yang mendapat stiker
- Persentase ibu hamil berstiker yang mendapat pelayanan ANC sesuai standar
- Persentase ibu hamil berstiker yang bersalin di tenaga kesehatan
- Persentase penggunaan KB pasca salin

Tujuan akhir dari P4K ini adalah untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dan keluarga untuk memastikan rencana persalinan yang aman dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu dengan dilaksanakan program P4K ini maka diharapkan adanya perubahan pemahaman dan kesadaran ibu hamil, keluarga dan juga kader kesehatan terhadap pentingnya P4K itu sendiri sehingga ibu hamil akan semakin memperhatikan kondisi kehamilannya dan persiapan persalinannnya dengan lebih baik.
Referensi
- Depkes RI. (2019). Pedoman program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan stiker. Jakarta: Depkes RI.
- Keluarga Direktorat Kesehatan. Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan BBL di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Jakarta; 2020
- SDKI 2017 “Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017.”
Artikel ini telah direview oleh:
Bani Srinurbani S.K.M
Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang
Puskesmas Cigalontang
Jl Perkantoran No 38 Ds. Cigalontang Kec. Cigalontang Kab Tasikmalaya, Jawa Barat
Telepon : 0265 543 052/02657079797



