Dua Angsa Lawak, Edukasi Anak Bangsa Lawan Adiksi Rokok

Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga di dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara sebagai negara dengan perokok terbanyak. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), angka perokok anak di Indonesia meningkat menjadi 3,2 juta anak dan berdasarkan BPS tahun 2020 sebesar 23,21% penduduk Indonesia adalah perokok.

Perokok usia 15 tahun di Provinsi Jawa Timur sebesar 28,53% dan Magetan usia 15-24 sebanyak 26,8%, usia 25-34 sebanyak 34,7%, usia 35-44 sebanyak 35,7%, 45-54 sebanyak 28,8%, usia 55-64 sebanyak 32,6%.

Merokok sangat berdampak besar pada lingkungan sekitar terutama berpengaruh terhadap perokok pasif. Perilaku merokok pada orangtua akan menimbulkan dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap proses pertumbuhan anak. Untuk itu, salah satu solusi dari tingginya masyarakat dalam mengonsumsi rokok yaitu dengan melakukan intervensi edukasi terhadap anak usia dini. Dimana anak usia dini masih dalam masa pertumbuhan yang rentan akan pengaruh dari lingkungan, iklan rokok, dan pergaulan.

Dalam rangka kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan atau PBL, Mahasiswa dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun yang beranggotakan Adelia Kusuma, Ghaffari Dhani, Hapsari Anggrahenny, Novita Erlinda, Dhea Septria, Mch.Intan, Bara Trisda, Sri Purwati dan Vivi Melati, membuat program Dua Angsa Lawak (Edukasi Anak Bangsa Lawan Adiksi Rokok). Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ Manding, 31 Desember 2021, dan SD Manjung 1, 5 Januari 2021, yang berlokasi di Desa Manjung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

BACA JUGA:  Gerakan Kesehatan Masyarakat Cerdas Pilah Sampah (Ciripah) di RW 11 Kelurahan Pancoran Mas Depok

Jumat, 31 Desember 2021, kami melaksanakan kegiatan di TPQ Manding Desa Manjung. Di sana kami mengadakan kegiatan edukasi dengan sasaran anak -anak usia 6-15 tahun sejumlah 76 anak. Kami mengedukasi anak-anak dengan menggunakan media poster dan mewarnai. Template gambar mewarnai yang kita angkat yaitu bertemakan anak sehat bebas asap rokok. Dengan perpaduan gambar antara permainan tradisional yang menarik disertai dengan tulisan-tulisan yang memiliki arti kata ajakan untuk tidak merokok.

Edukasi Anak Bangsa Lawan Adiksi Rokok Santri TPA Desa Manjung

Pada kegiatan kami di TPQ, di pimpin oleh Adelia Kusuma Prasetiyo Putri dan Hapsari Anggrahenny. Setelah kami memberikan materi mengenai bahaya akan merokok beserta dampak dari merokok dan mewarnai temolate gambar yang sudah kami berikan, kami memberikan beberapa pertanyaan untuk anak-anak TPQ. Begitu banyak antusian dari anak-anak serta keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan.

Kemudian pada Senin, 2 Januari 2022, kami kembali mensosialisasikan Dua Angsa Lawak di SDN Manjung, dengan sasaran anak-anak kelas 5-6 SD sejumlah 38 anak dan materi yang sama namun menggunakan media yang berbeda. Di SDN Manjung ini, kami menggunakan media Power Point dan vidio ilustrasi bagaimana dampak rokok menyerang organ tubuh manusia. Pada kesempatan kali ini, materi di jelaskan oleh Mch. Intan Wahyuning Rahayu selaku pemateri.

BACA JUGA:  Alumni FKM UMI Jabat Kepala Puskesmas di Palopo

Untuk mengukur keberhasilan dalam meningkatnya pengetahuan anak-anak di SDN Manjung ini mengenai bahaya merokok dan dampak merokok, kami membagikan sejumlah post test untuk di isi oleh adik-adik tersebut. Kegiatan ini berjalan dengan sangat lancar karna semangat dari peserta serta antusian dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan ini.

Edukasi Anak Bangsa Lawan Adiksi Rokok Siswa SD Manjung 1

Dari kegiatan Dua Angsa Lawak ini kami mendapatkan dukungan penuh dari pihak mengelola TPQ dan Kepala Sekolah SDN Manjung. Kami disambut dengan hangat serta di arahkan sedemikianrupa dalam proses sosialisasi program Dua Angsa Lawak ini. Pihak pengelola TPQ dan juga Kepala Sekolah SDN Manjung Ibuu Patemi sangat berharap semoga setelah adanya sosialisasi ini, anak anak dapat menghindari dan menahan emosinya dalam “coba-coba” untuk merokok.

Dengan adanya kegiatan Dua Angsa Lawak, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat ini mengharapkan agar anak dan remaja di Desa Manjung terhindar dari bahaya merokok. Selain itu untuk menambah wawasan serta berperan dalam penurunan prevalensi perokok anak yang ada di Indonesia.

PBL Mahasiswa STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun

(Visited 60 times, 1 visits today)