Peringatan Hari AIDS sedunia pada hari ini tanggal 1 Desember 2021 oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Sragen diperingati bersama beberapa NGO Sragen Seperti Aisyiyah, Muslimat, SPASI, Setda Kab. Sragen dan Yayasan Tingkat Nasional seperti Mentari Sehat Indonesia Cabang Sragen.
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, merupakan sekumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan HIV. Sedangkan HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pemeriksaan seseorang terinfeksi HIV dengan pemeriksaan darah di laboratorium.
Tema Hari AIDS Sedunia tahun 2021 adalah “Akhiri Ketimpangan. Akhiri AIDS” yang bertujuan untuk menjangkau orang-orang yang masih kurang kesadaran diri terhadap bahayanya penyakit AIDS. WHO menyerukan kepada para pemimpin dunia dan orang di seluruh dunia untuk bersatu dalam menghadapi ketidaksetaraan layanan penanganan HIV/AIDS.
Laporan terbaru UNICEF mengatakan, 300.000 anak positif terinfeksi HIV pada tahun 2020. Dengan kata lain, ada satu anak yang positif HIV tiap 2 menit. Tidak hanya ancaman virus seseorang belum bisa dikatakan sehat apabila dalam tubuhnya terinfeksi oleh bakteri misalnya TBC.
TBC adalah singkatan dari Tuberculosis yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis, TBC ditularkan melalui udara melalui percikan dahak/ludah penderita TBC yang batuk/ bersih dan terhirup oleh orang lain. Untuk mengetahui seseorang sakit TBC yaitu dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis/ Tes Cepat Molekuler (TCM).
Dampak TBC pada HIV apabila ODHIV dengan TBC aktif tidak diobati maka akan menyebabkan kematian lebih cepat disebabkan CD4 yang menurun drastis, sedangkan dampak HIV pada penderita TBC yaitu siapapun dapat terinfeksi TBC, tetapi ODHIV lebih rentan tertular penyakit TBC sehingga apabila terinfeksi mycobakterium akan lebih cepat aktif.
Penularan HIV bisa ditangani apabila kita paham terhadap beberapa resiko seperti pengguna jarum suntik secara bergantian, berhubungan seksual secara bergantian pasangan. Transfusi darah yang terkontaminasi HIV serta dari ibu yang HIV positif ke anak selama kehamilan, melahirkan dan menyusui.
Pencegahan HIV dengan ABCD yaitu A; Abstinence (tidak hubungan seks beresiko), B; Be faithfull (setia), C ; use Condom, D ; No Drug; E ; Education, membekali dengan informasi yang benar tentang HIV dan AIDS.
Pencegahan TBC dengan tidak membuang dahak sembarangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, ventilasi udara yang baik di rumah, serta minum obat secara teratur apabila terbukti positif TBC.
Penularan TBC bisa kita tangani apabila kita bersama masyarakat/ kader menemukan pasien TBC kemudian di edukasi dan sosialisasi, diperiksakan di Puskesmas/ RS setempat, diobati apabila positif TBC dan diawasi minum obat TBCnya sampai dinyatakan sembuh oleh Puskesmas/ RS setempat.
Kepatuhan minum obat sangatlah penting, bila seseorang tidak patuh minum obat, maka kuman TBC dapat menjadi resisten (kebal) terhadap obat yang diminumnya.
Edi Pramono, S.KM
Ketua Yayasan Mentari Sehat Cab. Sragen





