Semangat untuk menuju “Data Akurat Kebijakan Tepat,” Training Center (TC) Enumerator Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Provinsi Kepulauan Riau berlangsung pada 29 September hingga 5 Oktober 2024. Bertempat di The Golden Bay Hotel, Batam. Acara ini diikuti oleh 50 enumerator dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, termasuk Karimun, Bintan, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Batam, dan Tanjungpinang. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan para enumerator dalam melakukan survei yang presisi dan akurat.

Menyelaraskan Ilmu untuk Mencapai Data Akurat
TC ini dipandu oleh tujuh PJT (Penanggung Jawab Teknis) Kabupaten/Kota, di antaranya Ratih Arvionita (Kabupaten Karimun), Alfirqan Anshari (Kabupaten Bintan), Jorgi Arifsyah (Kabupaten Natuna), Sudung Septiyani Debora S. (Kabupaten Lingga), Muhammad Fadhil Idris (Kabupaten Kepulauan Anambas), Isriani Ilyas (Kota Batam), dan Siti Rosmawati (Kota Tanjungpinang). Selain itu, Yoga selaku Koordinator TC Provinsi Kepulauan Riau dari PT. SUCOFINDO menekankan pentingnya pelatihan ini: “Training Center Enumerator SSGI ini bertujuan untuk menyelaraskan ilmu yang telah diperoleh baik PJT Provinsi maupun PJT Kabupaten/Kota (KK) dengan enumerator, sehingga harapannya tercipta data yang akurat.”

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang konsep dasar SSGI, etika penelitian, dan teknik wawancara. Mereka juga dilatih dalam pendalaman kuesioner serta praktik antropometri untuk menentukan status gizi. Pada tahap akhir, mereka melakukan simulasi dan uji coba lapangan untuk memastikan akurasi data. Martin, S.Gz., MM selaku PJT Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan bahwa “SSGI ini merupakan riset penutup RPJMN 5 tahun terakhir,” menegaskan pentingnya survei ini dalam menentukan arah kebijakan kesehatan nasional.

Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi enumerator untuk memperkuat keterampilan lapangan, terutama dalam teknik wawancara dan pengukuran presisi. Dengan bimbingan para PJT yang berpengalaman, diharapkan para enumerator mampu menghasilkan data berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran, terutama terkait status gizi di Kepulauan Riau. Yoga menambahkan bahwa pelatihan ini juga mendorong integrasi antara pengetahuan yang telah diperoleh oleh PJT dan enumerator agar data yang dihasilkan sesuai standar.

Keseluruhan rangkaian kegiatan diakhiri dengan simulasi lapangan, di mana para enumerator berlatih melakukan wawancara dan mengentri data secara langsung. Simulasi ini menjadi puncak dari pelatihan, menguji kemampuan peserta dalam situasi yang mendekati kenyataan di lapangan. Dengan pelatihan yang matang dan simulasi yang realistis, para enumerator siap untuk menjalankan tugas mereka dalam survei SSGI dengan semangat dan dedikasi tinggi demi tercapainya data yang akurat.



