Mpox (monkeypox) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus cacar monyet (MPXV). Virus cacar monyet adalah virus DNA beruntai ganda yang terselubung dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang mencakup variola, cacar sapi, vaksinia, dan virus lainnya. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Virus cacar monyet ditemukan pada tahun 1958 di Denmark pada monyet yang dipelihara untuk penelitian. Kasus mpox pertama yang dilaporkan pada manusia adalah seorang anak laki-laki berusia sembilan bulan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Berdasarkan data dari WHO, jumlah kasus Mpox di dunia pada periode 1 Januari 2022 hingga 31 Juli 2024 adalah 102.997 kasus dengan 223 kematian. 

Di Indonesia, kasus Mpox pertama kali dilaporkan pada 20 Agustus 2022 dengan satu kasus terkonfirmasi. Pada tahun 2023, Indonesia melaporkan 73 kasus terkonfirmasi dan pada tahun 2024 sebanyak 14 kasus terkonfirmasi. Total kasus Mpox di Indonesia hingga saat ini adalah 88 kasus. Distribusi kasus Mpox di Indonesia per 17 Agustus 2024 yaitu di DKI Jakarta tekonfirmasi 59 kasus, Jawa Barat 13 kasus, Banten 9 kasus, Yogyakarta 3 kasus, Jawa Timur 3 kasus, dan Kepulauan Riau 1 kasus. Secara total, jumlah kasus Mpox di Indonesia sejak 2022 adalah 88 kasus dengan rincian 1 kasus pada 2022, 73 kasus pada 2023, dan 14 kasus pada 2024. 

Akibat dari adanya peningkatan kasus mpox tersebut, masyarakat perlu mengetahui tentang sumber penularan, gejala yang ditimbulkan, sampai dengan pengobatan dan pencegahan. Penularan mpox yang ditularkan oleh hewan dapat melalui gigitan/cakar, kontak langsung cairan tubuh/lesi, dan kontak tidak langsung dengan benda terkontaminasi. Selain itu penularan manusia ke manusia dapat terjadi karena kontak erat, droplet, lesi, cairan tubuh, kontak seksual, maupun kontak tidak langsung dengan benda yang terkontaminasi.

Mpox menyebabkan tanda dan gejala yang biasanya dimulai dalam seminggu, tetapi dapat dimulai 1–21 hari setelah terpapar. Gejala biasanya berlangsung 2–4 minggu, tetapi dapat berlangsung lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala yang umumnya timbul yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis. Ruam seperti cacar muncul dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Tujuan pengobatan mpox adalah untuk mengatasi ruam, mengelola rasa sakit, dan mencegah komplikasi. Perawatan dini dan suportif penting untuk membantu mengelola gejala dan menghindari masalah lebih lanjut. Pencegahan mpox dapat dilakukan melalui vaksinasi mpox, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dekat dengan penderita mpox, menghindari hewan pembawa virus,  melakukan isolasi apabila terpapar, menggunakan masker, dan mengindari hubungan seksual dengan orang yang terpapar.

Diharapkan seluruh masyarakat Indonesia sadar tentang pentingnya pengetahuan mpox, mulai dari gejala, pencegahan, maupun pengobatan. Selain itu juga agar seluruh masyarakat Indonesia melakukan tindakan maksimal yang tepat dan dapat dikendalikan dengan baik untuk mencegah penyakit mpox yang merebak makin luas. Semoga bangsa Indonesia terlindungi dari bahaya mpox.

Referensi:

  • Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan pengendalian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox).—Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2023
  • World Health Organization. WHO Director-General declares mpox outbreak a public health emergency of international concern.

Artikel ini telah direview oleh:

Bani Srinurbani S.K.M

Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang

Puskesmas Cigalontang

Jl Perkantoran No 38 Ds. Cigalontang Kec. Cigalontang Kab Tasikmalaya, Jawa Barat
Telepon : 0265 543 052/02657079797

Author Profile

bitalestari
Yuk Share Postingan Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *