14 Puskesmas di Indramayu Belum Miliki Tenaga Promotor Kesehatan
Dari 49 puskesmas yang ada di Kabupaten Indramayu, baru 35 yang memiliki tenaga promkes. Targetnya, di Th 2021 nanti semua puskesmas bisa terpenuhi.

Menciptakan masyarakat desa yang sehat masih menajdi PR Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu. Tenaga Promotor Kesehatan (Promkes) dikerahkan di setiap puskesmas untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat.

Namun sayang, dari 49 puskesmas yang ada di Kabupaten Indramayu, baru 35 puskesmas yang memiliki tenaga promkes. Sementara sisanya tanpa promkes.

Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Kesehatan Indramayu H Joko Nurhidayat SKM MKes mengatakan, keberadaan tenaga promkes ini juga menentukan pembentukan desa siaga aktif yang sedang dicanangkan Dinas Kesehatan. Pasalnya, Promkes memiliki peran yang cukup vital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Idealnya memang setiap desa dan puskesmas ada tenaga promkes. Untuk target di tahun 2021 setiap puskesmas sudah memiliki promkes. Dan di setiap desa juga ada,” tuturnya,

BACA JUGA:  Dinkes Asahan Akan Launching e-Rambate

Dengan keberadaan Promkes, sambungnya, keinginan menciptakan masyarakat sehat bisa terwujud. “Untuk role model bisa lihat Desa Majasari karena penerapan desa siaga aktif sendiri sudah berjalan,” tuturnya,

Nantinya, rekrutmen promkes dilakukan oleh masing-masing puskesmas. Begitu juga penyeleksiannya. Sementara, Desa Siaga Aktif adalah bagian dari Program SIDESI (Sinkronisasi dan Integrasi Desa Siaga Aktif) yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan.

Pada program ini, Promkes dan bidan desa memiliki tugas untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Khususnya bagi ibu hamil sehinigga bisa memperkecil risiko kematian ibu dan bayi.

“Nanti untuk mewujudkan desa siaga aktif, satu desa dibentuk tim yang berisi enam orang yakni Kuwu, PKK, BPD, Bidan Desa, Promkes, dan Posling, yang kami latih,” ujarnya.

Sumber radarcirebon.com

(Visited 448 times, 1 visits today)