Cegah Stunting Dinkes Bangka Menggelar kembali Kampanye Stunting di 10 Desa Lokus Stunting Kabupaten Bangka
Kampanye cegah stunting ini bertema cegah stunting dengan gerakan masyarakat hidup sehat melalui gizi seimbang pada ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan remaja puteri.

Salah satu dari 5 Pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting adalah Pilar Kedua tentang kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta mendorong perubahan perilaku dalam mencegah stunting.

Kegiatan ini dilakukan berjenjang dan perlu dilakukan terus menerus terutama di kabupaten lokus intervensi prioritas nasional penurunan stunting agar masyarakat sadar pentingnya mencegah stunting terutama pada sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menggelar kembali Kampanye Cegah Stunting di 10 desa lokus prioritas intervensi nasional yang ada di Kabupaten Bangka.

Kabupaten Bangka sebagai daerah prioritas intervensi stunting tahun 2019 telah menggelar Kampanye cegah stunting yang ketiga kalinya sejak tahun 2019, untuk tahun 2021 kampanye stunting ini bertema cegah stunting dengan gerakan masyarakat hidup sehat melalui gizi seimbang pada ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan remaja puteri.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka

Kegiatan ini di laksanakan mulai tanggal 24 Maret sampai 31 Maret 2021. Peluncuran atau launching  kampanye Stunting di desa lokus stunting dilaksanakan di desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka pada tanggal 26 Maret 2021 oleh Bupati Bangka, Mulkan, SH.MH.

BACA JUGA:  Inovasi, "Ruh"-nya Orang Promosi Kesehatan di Puskesmas

Menurut Bupati Bangka masalah stunting adalah masalah bersama bukan hanya masalah kesehatan saja, maka Kabupaten Bangka berkomitmen menurunkan angka stunting melalui aksi konvergensi penurunan stunting dengan melibatkan OPD, swasta, akademisi, media dan semua pihak terkait dalam penurunan stunting dan mengingatkan pentingnya perhatian kepada kesehatan dan gizi pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita, serta perhatian terhadap pentingnya penundaan pernikahan pada usia muda.

Dalam Peluncuran kampanye stunting ini dihadiri juga oleh Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) dalam pencegahan stunting terkait seperti Dinas KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik, Dinas Pemberdayaan Desa, Dinas Pendidikan, Camat. Kepala Desa, BPBD, perwakilan Koramil, Polres  dan perangkat desa serta tokoh masyarakat. Mengingat masih masa pandemik COVID-19 kegiatan kampanye ini menerapkan protocol kesehatan 3 M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak), sasaran yang diundang mewakili masyarakat adalah kelompok 1.000 HPK, kader, PKK, pendamping desa, KPM dengan dibagi dalam 2 sesi. 

Seperti diketahui Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita yang ditandai dengan tinggi badan  menurut umur yang tidak sesuai dengan standar WHO yaitu -2 Standar Deviasi sampai -3 Standar Deviasi dan biasanya kejadian stunting dikarenakan kurangnya asupan gizi pada balita dalam jangka waktu lama terutama sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), pemberian makanan bayi dan anak yaitu pemberian ASI eksklusif  dan makanan pendamping ASI yang tidak cukup dan tidak tepat serta sanitasi yang buruk.

BACA JUGA:  Penyakit Tidak Menular Tinggi, Dinkes Kota Bandung Kampanyekan Germas
Penyuluhan Gizi Seimbang Dinkes Bangka

Kampanye diisi dengan edukasi stunting berupa ceramah, diskusi dan kuis interaktif berhadiah serta pemberian makanan tambahan (PMT) penyuluhan bagi peserta balita dan ibu hamil berjumlah 100 orang dibagi dalam 2 sesi dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.

Selanjutnya kampanye stunting ini dilaksanakan dengan dibagi menjadi 2 Tim dengan narasumber dari Seksi Gizi dan Seksi Promkes Bidang Kesehatan Masyarakat berdasarkan pembagian wilayah lokus stunting yang ada di Kabupaten Bangka yaitu Desa Maras Senang, Neknang, Saing, Riding Panjang, Menduk, Cengkong Abang, Penagan, Rukam dan Kotakapur.

Berdasarkan prevalensi stunting tiga tahun terakhir terjadi penurunan stunting di Kabupaten Bangka dimana hasil Riskesdas 2013  prevalensi Balita Stunting sebesar 32,27%, turun menjadi 23,9% pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018) dan  pada tahun 2019  menjadi 21% (SSGBI, 2019).  

Sedangkan berdasarkan hasil pencatatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat secara elektronik (e-PPGBM) by name by address prevalensi balita stunting pada balita sebesar 10% pada tahun 2018, menjadi 5,05% pada tahun 2019 dan turun menjadi 1,96% pada tahun 2020.

Pada kesempatan ini juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Harmendo, SKM, M.Kes mengharapkan dengan pemberian edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting secara terus menerus masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting di masa 1000 HPK dan prevalensi stunting pada balita akan turun sehingga target penurunan stunting di Kabupaten Bangka akan tercapai.

Kampanye Cegah Stunting di 10 Desa Lokus Kab Bangka
(Visited 59 times, 1 visits today)

Sharing is caring!