Pentingnya Aktivitas dan Latihan Fisik untuk Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain meningkatkan kesehatan fisik, aktivitas fisik juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan sosial anak. Berbagai bentuk aktivitas dan latihan fisik yang terstruktur dapat memberikan manfaat yang signifikan, mulai dari kebugaran jantung hingga pencegahan depresi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai manfaat dari aktivitas fisik, rekomendasi latihan untuk anak-anak, serta pentingnya aktivitas dan latihan fisik untuk tumbuh kembang anak usia sekolah.

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain meningkatkan kesehatan fisik, aktivitas fisik juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan sosial anak. Berbagai bentuk aktivitas dan latihan fisik yang terstruktur dapat memberikan manfaat yang signifikan, mulai dari kebugaran jantung hingga pencegahan depresi. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai manfaat dari aktivitas fisik, rekomendasi latihan untuk anak-anak, serta pentingnya aktivitas dan latihan fisik untuk tumbuh kembang anak usia sekolah.

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh kerja otot-otot rangka yang menghasilkan pengeluaran energi. Latihan fisik adalah bentuk aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang serta dilakukan secara teratur dengan tujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan kebugaran jasmani.

Aktivitas fisik dan latihan fisik pada anak dapat meningkatkan kebugaran jantung dan paru, meningkatkan fungsi pernapasan dan daya tahan tubuh, mengoptimalkan tumbuh kembang dan daya tahan otot, menguatkan tulang, mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi kognitif, dan menjaga berat badan.

Beberapa contoh waktu yang  dapat digunakan untuk melakukan aktivitas fisik pada anak:

  1. Aktivitas fisik di sekolah
    Aktivitas fisik di sekolah mencakup kegiatan yang mendukung kebugaran siswa, mulai dari pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) yang memiliki kurikulum serta panduan yang terstruktur hingga kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, menari, dan berbagai cabang olahraga lainnya. Selain itu, pada jam istirahat, siswa sering terlibat dalam aktivitas fisik spontan seperti bermain bola, berjalan antar kelas, atau berlari-larian bersama teman.
  2. Aktivitas fisik di akhir pekan
    Di akhir pekan, anak sekolah sering menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas fisik bersama keluarga. Mereka bisa berpartisipasi dalam kegiatan seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau bermain futsal dan basket. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan.
  3. Aktivitas transportasi berangkat dan pulang sekolah
    Aktivitas transportasi sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga kebugaran siswa. Banyak peserta didik yang memilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum saat berangkat dan pulang sekolah sehingga mereka tetap aktif secara fisik meskipun di luar jam olahraga formal.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar anak-anak usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik setidaknya selama 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga berat. Aktivitas ini sebagian besar harus berupa latihan aerobik yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. Selain itu, WHO juga menyarankan agar anak-anak melakukan latihan fisik intensitas berat minimal tiga kali per minggu yang berfokus pada peningkatan kekuatan otot dan penambahan massa tulang. Latihan-latihan ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menjaga kesehatan fisik jangka panjang. Berikut tahapan latihan fisik untuk anak berdasarkan rentang usia dan tingkat perkembangan:

  1. Fundamental Stage (6–10 tahun)
    Tahap ini berfokus pada pengenalan gerakan dasar melalui latihan yang bersifat permainan dan menyenangkan. Pada tahap ini, anak-anak dilatih untuk mengembangkan kelincahan, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, serta kekuatan otot umum dengan menggunakan tubuh mereka. Latihan dilakukan dengan intensitas dan volume yang ringan. Contoh aktivitas yang dilakukan pada tahap ini meliputi berlari, melompat, melempar, menangkap, menendang, menggiring bola, dan mengoper bola.
  2. Training to Train Stage (11–14 tahun)
    Tahap ini berfokus pada latihan untuk pengembangan keterampilan olahraga tertentu (sport specific skill), tetapi masih dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Latihan kelincahan dan kecepatan lebih ditingkatkan serta mulai diperkenalkan latihan kekuatan otot dan aerobik. Pada tahap ini, penekanan lebih diberikan pada proses belajar keterampilan, bukan pada hasil atau kompetisi.
  3. Training to Compete Stage (15–20 tahun)
    Tahap ini berfokus pada latihan yang lebih spesifik terhadap olahraga pilihan anak. Latihan mulai diarahkan secara individu (individual specific work) dan diperkenalkan latihan beban menggunakan beban eksternal. Selain itu, latihan di tahap ini juga menekankan persiapan untuk menghadapi kompetisi yang lebih serius.

Aktivitas fisik dan latihan yang terencana tidak hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan keterampilan hidup anak. Dengan melakukan latihan yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak serta memperhatikan pencegahan cedera, orang tua dan pendidik dapat membantu anak-anak menjalani kehidupan yang lebih sehat dan aktif. Mari kita bersama-sama mendukung anak-anak dalam menjalani aktivitas fisik yang menyenangkan dan bermanfaat untuk masa depan mereka!

Referensi:
Giles, KB, et al. A Guide to Developing Physical Qualities in Young Athlete, 2005.
WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour 2020. 


Artikel ini telah direview oleh:
Anton Syahlan H, S.K.M.
Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Ciawi

Puskesmas Ciawi
Jl. Puskesmas No. 15, Pakemitan, Kec. Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat 46156

Yuk Share Postingan Ini:
astiattriani
astiattriani
Articles: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *