Tatalaksana gizi buruk adalah suatu rangkaian kegiatan yang sistematis dan terstruktur untuk mengatasi dan memulihkan kondisi gizi buruk pada balita. Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting untuk memastikan balita dapat pulih dari kekurangan gizi dan mencapai status gizi normal. Upaya ini tentunya memerlukan perhatian khusus dan kerjasama antar lintas sektor.

4 Pendekatan Menyeluruh
Beberapa pendekatan menyeluruh untuk pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita yaitu:
1. Penggerakan Peran Aktif Masyarakat
Masyarakat didukung agar berperan aktif dalam upaya pencegahan, penanganan, pemantauan, dan rehabilitasi kasus gizi buruk atau kurang, diawali dengan meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat, kader, dan keluarga, terkait dengan:
a. Masalah gizi dan bahayanya bagi balita
b. Peran mereka dalam deteksi dini masalah gizi pada balita, yaitu melakukan pernapasan balita dan mendampingi proses penanganan kasus sampai pulih
c. Memanfaatkan layanan gizi yang tersedia
d. Mendampingi balita pada fase rehabilitasi agar kejadian gizi buruk/kurang tidak terulang
2. Layanan Rawat Jalan Balita (6-59 bulan) dengan Gizi Buruk Tanpa Komplikasi
Layanan ini dilakukan di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Klinik yang memiliki tenaga kesehatan dan mampu memberikan layanan gizi buruk atau kurang serta memiliki peralatan yang diperlukan. Layanan Rawat Jalan dilakukan seminggu sekali untuk:
a. Penilaian status gizi dan pemantauan peningkatan berat badan. Jika pasien balita mendapat nutrisi 200 kkal/kgBB/hari maka diharapkan akan terjadi kenaikan berat badan 5g/kgBB/hari
b. Pemeriksaan kesehatan dan terapi
c. Pemberian terapi gizi berupa pangan untuk keperluan media khusus antara lain RUTF dan F-100
d. Pemberian informasi atau konseling tentang pemberian makanan bayi dan anak sesuai dengan umur, stimulasi tumbuh kembang, pola hidup bersih dan sehat, pemanfaatan air bersih dan jamban keluarga serta pencegahan penyakit
e. Pemberian pelayanan imunisasi, obat cacing, dan vitamin A
3. Layanan Rawat Inap
Rawat inap ini dilakukan di rumah sakit atau puskesmas untuk terapi fase stabilisasi. Layanan rawat inap ini untuk semua bayi berusia kurang dari 6 bulan dengan gizi buruk (dengan/tanpa komplikasi) dan balita 6-59 bulan dengan komplikasi.
4. Tatalaksana Gizi Kurang
Kegiatan ini dengan memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita melalui puskesmas, selain itu ibu atau pengasuh menerima:
a. Konseling tentang pemberian makanan balita berdasarkan umur
b. Pelayanan kesehatan balita, termasuk imunisasi dasar lengkap
c. Pemberian vitamin A dan obat cacing
d. Edukasi tentang higiene sanitasi, termasuk pemanfaatan air bersih dan jamban keluarga
e. Pemantauan pertumbuhan secara rutin dan stimulasi perkembangan

Pendekatan komprehensif dalam menangani gizi buruk melalui pemberdayaan masyarakat, layanan rawat jalan, rawat inap, dan tatalaksana gizi kurang merupakan langkah strategis yang saling melengkapi. Pemberdayaan masyarakat bertujuan membangun kesadaran dan keterlibatan aktif dalam pencegahan gizi buruk, sementara layanan rawat jalan dan rawat inap memberikan solusi perawatan yang sesuai dengan tingkat keparahan kondisi anak. Tatalaksana gizi kurang menjadi upaya penting untuk mencegah terjadinya gizi buruk lebih lanjut. Melalui keempat pendekatan ini, diharapkan prevalensi gizi buruk di Indonesia dapat terus menurun sehingga setiap anak memiliki peluang untuk tumbuh sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung terciptanya generasi yang lebih kuat dan berdaya saing di masa depan.
Artikel ini telah direview oleh:
Yuni Yuniar, S.KM
Programer Promkes UPTD Puskesmas Jatiwaras
UPTD Puskesmas Jatiwaras
Alamat: Jl. Raya Papayan-Cikatomas Desa Jatiwaras Tlp (+62)853-2068-3553, Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Jatiwaras, Jawa Barat 46185