Karies Gigi: Pengertian, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasinya

Karies gigi adalah kerusakan bagian terluar gigi (email) akibat bakteri yang memproduksi asam. Hal ini dapat menyebabkan lubang kecil pada gigi hingga kerusakan yang lebih dalam apabila tidak tertangani dengan baik.

Karies gigi adalah kerusakan bagian terluar gigi (email) akibat bakteri yang memproduksi asam. Hal ini dapat menyebabkan lubang kecil pada gigi hingga kerusakan yang lebih dalam apabila tidak tertangani dengan baik.

Karies gigi adalah permasalahan gigi yang umum dialami oleh setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Untuk lebih jelasnya baca hingga akhir artikel ini!

Karies Gigi

Kondisi ini umumnya terjadi akibat dari sisa-sisa makanan yang masih menempel pada gigi. Bakteri yang berperan pada kondisi ini adalah Streptoccocus mutans.

Hampir sebagian orang menganggap bahwa karies gigi dengan gigi berlubang adalah sama. Namun, ternyata ini adalah dua kondisi yang berbeda, tetapi masih saling berkaitan.

Karies gigi merupakan tahap awal dari gigi berlubang. Jika dibiarkan tanpa perawatan, maka dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah hingga berlubang.

Tahukah kamu bagaimana perjalanan gigi mengalami karies? Berikut perjalanan menjadi karies gigi.

1. Terbentuknya Plak Gigi

Plak gigi adalah kondisi di mana gigi terlapisi oleh lapisan lengket bening akibat dari banyak mengonsumsi gula dan karbohidrat, serta enggan membersihkan gigi.

Jika sisa-sisa makanan tidak dibersihkan dengan baik, maka akan terbentuk karang gigi hingga tartar.

2. Serangan Plak

Asam dalam plak menghilangkan mineral di enamel gigi. Erosi bukaan kecil ini menjadi tahap awal dari karies gigi. Setelah enamel terkikis, maka akan merusak area dentin, area yang lebih lembut dari enamel dan kurang tahan akan asam. Dentin memiliki tabung kecil yang terhubung ke saraf sehingga menyebabkan sensitivitas.

3. Kerusakan Terus Berlanjut

Saat kerusakan semakin berkembang, bakteri dan asam bergerak masuk ke area yang lebih dalam yang dinamakan pulpa. Pulpa menjadi bengkak dan teriritasi oleh bakteri. Karena tidak ada tempat perkembangan, saraf menjadi tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Ketidaknyamanan ini bahkan bisa meluas ke akar gigi hingga tulang.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko ini dapat meningkatkan risiko karies gigi sebagai berikut.

1. Mulut Kering

Jika kondisi mulut dalam keadaan kering, yakni penurunan jumlah air liur, maka akan meningkatkan asam pada mulut. Kondisi ini meningkatkan risiko gigi berlubang.

2. Sering Mengonsumsi Makanan Manis

Bakteri mendapatkan energi dari makanan manis. Ketika sering mengonsumsi makanan manis, maka bakteri dapat memproduksi asam lebih banyak. Gula yang menempel pada gigi menyebabkan plak pada gigi.

3. Lokasi Gigi

Sering kali gigi yang mengalami karies adalah gigi geraham. Ini dikarenakan letak gigi yang jauh sehingga sulit untuk dijangkau sikat gigi dan sisa makanan terjebak di sana.

4. Penyakit GERD

Asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan dapat menyebabkan karies gigi. Asam mengalir ke mulut dan merusak enamel gigi.

5. Gangguan Makan

Pengidap anoreksia sering kali melakukan diet ketat hingga kekurangan nutrisi, seperti vitamin B, kalsium, dan zat besi. Selain itu, pengidap bulimia yang memuntahkan makanan, menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan merusak enamel gigi.

6. Faktor Usia

Karies gigi rentan dialami oleh anak-anak dan lansia. Karies pada anak disebabkan oleh banyak mengonsumsi makanan manis. Sedangkan, lansia karena menurunnya kekuatan gusi akibat penuaan.

Cara Mengatasinya

Jika kerusakan yang terjadi belum terlalu parah, maka dapat dilakukan penambalan. Tambal gigi berfungsi untuk menutup karies gigi yang belum terlalu parah.

Jika sudah parah, maka dokter akan menyarankan agar gigi dicabut. Tindakan ini merupakan opsi terakhir dari perawatan karies gigi. Dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Cara Mencegah

1. Membersihkan gigi dengan sikat gigi dan benang gigi sebanyak dua kali sehari.

2. Berkumur dengan obat kumur yang mengandung fluoride atau dengan garam.

3. Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

4. Melakukan perawatan gigi dengan antibakteri.

5. Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

6. Melakukan pemeriksaan rutin setidaknya enam bulan sekali.

Karies gigi adalah masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan permasalahan gigi yang lebih serius. Yuk, jaga kesehatan gigi mulai sekarang!

Sumber:

Fadli, Rizal. 2023. Karies Gigi. https://www.halodoc.com/kesehatan/karies-gigi?srsltid=AfmBOopDMq510QR3OsiCgCH3_nbLHUGpX8OA9QU3bQijxDwmV3clOqtm

Siloam Hospitals. 2025. Apa Itu Karies Gigi? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-karies-gigi

Artikel ini sudah diriview oleh:

Bani Srinurbani, S.K.M.

Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang

Puskesmas Cigalontang

Jayapura, Kec. Cigalontang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46463

Yuk Share Postingan Ini:
Indah Permatasari
Indah Permatasari
Articles: 24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *