Pada hari Sabtu (06/07/2024), platform kesmas.id telah melaksanakan kegiatan batch 2 pelatihan menulis artikel yang telah di hadiri oleh 55 peserta dari seluruh Indonesia termasuk saya sendiri. Pelatihan ini dilakukan secara online dimulai dari pukul 08:00 WIB– 11:00 WIB. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan skill menulis artikel kesehatan dalam transformasi era digitalisasi. Mayoritas peserta adalah dari tenaga kesehatan. Seperti yang kita ketahui bahwa tenaga kesehatan wajib meningkatkan ilmu pengetahuan dengan membaca berbagai literasi, jurnal maupun artikel sehingga, kegiatan membaca lebih banyak dilakukan dan tidak semua orang senang menulis. Hal inilah yang menjadikan skill menulis merupakan salah satu tantangan bagi tenaga kesehatan dalam menuangkan ide tulisan.
Di awal acara, beberapa peserta telah menyampaikan bahwa hal yang tersulit dalam menulis adalah bagiamana menuangkan ide tulisan yang menarik sehingga para pembaca memahami isi tulisan?, Apakah dalam menulis artikel kesehatan memiliki struktur penulisan yang sama dengan karya tulis ilmiah ?. Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang mewakili saya pribadi sebagai penulis pemula. Namun, ternyata setelah mengikuti kegiatan tersebut hingga akhir, sebenarnya itu bukan tantangan bagi penulis pemula.
Pelatihan ini sebenarnya adalah pelatihan yang sangat menarik karena banyak sekali ilmu yang dibahas tuntas untuk bisa memulai sebuah tulisan artikel kesehatan yang menarik. Melalui pelatihan ini, ilmu saya bertambah karena ternyata dalam penulisan artikel kesehatan sangat berbeda dengan tulisan karya tulis ilmiah. Dipelatihan ini menjadikan penulis pemula menjadi jago nulis. Siapapun bisa menulis karena hanya di platform kesmas.id yang memberikan ilmu daging membahas skill menulis.
Di pelatihan ini, saya belajar mengenai konsep penulisan artikel yang pas dimulai dari riset masalah, menentukan target pembaca, penentuan topik yang akan diangkat dalam tulisan, kriteria penulisan judul yang menarik, kriteria isi tulisan dari paragraf awal hingga akhir, dan yang paling menarik untuk saya adalah disini mempelajari syarat kata kunci agar terbaca oleh SEO (Search Engine Organic) agar tulisan dapat muncul di halaman atas pada Google. Nah, ini yang menjadi poin utama era digitalisasi bagaimana akhirnya sebuah tulisan artikel bisa diakses oleh semua orang dengan penggunaan kata kunci yang tepat. Sayang sekali, penyampaian materi ini hanya berlangsung selama 3 jam dan rasanya belum puas. Apakah pelatihannya selesai sampai disini ? Tidak. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan magang menulis artikel selama 3 bulan di puskemsas yang telah ditentukan. Tujuannya adalah mengasah skill menulis dan tentunya ada mentor yang siap membimbing. Jadi, jangan khawatir apalagi takut untuk mulai menulis. Bisa dikatakan, kegiatan magang ini seperti bootcamp untuk latihan menulis artikel kesehatan dan lahan magangnya di Puskesmas yang merupakan faskes pelayanan primer. Sudah dapat dibayangkan kalau setelah pelatihan ini, peserta bisa jago nulis. Kegiatan nyata seperti ini membuat saya sendiri menjadi antusias dan menantang diri untuk berkomitmen dalam menulis.
Harapan saya dalam 3 bulan mengikuti kegiatan ini adalah mampu berkomitmen menuangkan ide tulisan kesehatan yang bernilai bermanfaat untuk orang banyak dan bisa kontribusi berkepanjangan dalam penulisan artikel kesehatan di era digitalisasi. Diharapkan dengan skill menulis dapat membawa perubahan nyata di kesehatan khususnya meningkatkan kesehatan dari sisi preventif. Semoga tulisan saya menjadi inspirasi untuk mengajak para pembaca mengikuti kegiatan pelatihan skill menulis di batch selanjutnya yang diadakan oleh kesmas.id karena materinya sangat kompleks dan bermanfaat dibidang penulisan apapun.



