REMBUG STUNTING: Kolaborasi Desa Mertajaya X Puskesmas Bojongasih Turunkan Stunting

Stunting masih menjadi permasalahan yang masih kita hadapi di tahun 2024. Stunting adalah permasalahan pertumbuhan anak dikarenakan kurangnya gizi dari masa kehamilan sampai dengan umur 24 bulan, pada umumnya anak stunting dicirikan lebih pendek dibanding anak seusianya. Berdasarkan studi perbandingan di 137 negara berkembang faktor resiko stunting diantaranya adalah Gizi dan penyakit infeksi pada masa kehamilan, Kehamilan remaja, jarak kehamilan yang pendek, Lahir prematur, Gizi dan Penyakit infeksi anak, akses air bersih serta sanitasi lingkungan. Hal ini menunjukkan stunting bukan hanya permasalahan kesehatan saja dan perlu ditangani secara lintas sektor. 

Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman adat, budaya, dan kepercayaan, keterlibatan tokoh masyarakat menjadi sangat penting. Tokoh-tokoh ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan, termasuk upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, acara “Rembug Stunting” di Desa Mertajaya, Kecamatan Bojongasih, dirancang untuk memaksimalkan kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan tokoh masyarakat guna menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pada 10 Juli 2024, Desa Mertajaya mengadakan acara “Rembug Stunting” yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat dan pihak terkait. Acara ini bertujuan untuk membahas strategi dan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk menangani masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Acara ini berlangsung selama tiga jam dan dihadiri oleh Ketua Kader, Ketua MUI, Ketua Penyuluh KUA, serta 20 peserta lainnya. Mereka duduk bersiap untuk mendengarkan presentasi dari para pemateri yang telah diundang khusus, yaitu Yayu Sugiarti, S.Gz sebagai Tenaga Pelaksana Gizi (TPG), dan Enok Nurjanah sebagai Pendamping Desa.

Enok Nurjanah memulai sesi dengan presentasinya mengenai konvergensi stunting. Selanjutnya, Yayu Sugiarti menyampaikan materi mengenai upaya percepatan penurunan stunting di desa. Dalam acara ini Berbagai upaya percepatan stunting disamapaikan dan diskusikan bersama. Diantaranya bagaimana peran tokoh masyarakat seperti Kepala Desa, Ketua TTPS desa, Kader PKM, Kader Posyandu, KUA, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat dapat ikut andil dalam percepatan dan penurunan stunting di desa Mertajaya. Kegiatan berlangsung selama 3 jam dengan puncak antusiasme perserta pada sesi Diskusi.

Pada acara ini peserta yang hadir berharap dalam keberjalanan kegiatan percepatan penurunan stunting, pengajuan pengadaan dan keperluan yang dibutuhkan dapat diwujukan. Acara rembug stunting ini bukan hanya sekedar diskusi, tetapi langkah awal menuju perubahan. Dengan komitmen dan kerjasama seluruh elemen masyarakat. Semoga Niat baik dan langkah awal desa Mertajaya ini dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan di sektarnya, dan dapat berkotribusi dalam mewujudkan Indonesia Bebas Stunting. 

Yuk Share Postingan Ini:
Amalia Laila R
Amalia Laila R
Articles: 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *