Tag Dinkes Kab Tasikmalaya

Pemantauan dan Pemberian PMT kepada Ibu Hamil KEK

Pemantauan dan Pemberian PMT pada Ibu Hamil KEK

Puskesmas Bojongasih terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil terutama yang memiliki kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Salah satu langkah yang diambil yaitu pemantauan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil KEK, pada tanggal 30 Otober 2024. KEK…

Yuk Share Postingan Ini:

Pentingnya Indikator Layanan Primer (ILP) Puskesmas

Indikator Layanan Primer (ILP) adalah standar yang digunakan untuk menilai dan meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. ILP sangat penting dalam kesehatan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap layanan dasar yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar kualitas tertentu.…

Yuk Share Postingan Ini:

Upaya Puskesmas Ciawi dalam Pencegahan dan Deteksi Dini PTM

Pada Jumat, 18 Oktober 2024, Tim Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Ciawi bekerja sama dengan Posyandu Anggrek menyelenggarakan kegiatan “Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini PTM”. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Anggrek, Desa Leles Kidul mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh 33 lansia.

Warga Desa Pakemitan Aktif dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Pada Senin, 7 Oktober 2024, Tim Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Karedok Sepanci bekerja sama dengan Posyandu Mawar Kiarakuda I mengadakan kegiatan bertajuk “Warga Kiarakuda Giat Deteksi Dini PTM”. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan tujuan mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan PTM.  

Kelas Ibu Hamil Penting untuk Percepatan Penurunan Stunting

Kelas ibu hamil merupakan saran belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir melalui praktek dengan menggunakan buku KIA yang difasilitasi oleh petugas kesehatan. Jumlah peserta maksimal 10 orang agar ibu bisa bercerita dan menjalin pertemanan dengan akrab dengan ibu hamil lainnya. Ibu hamil mengikuti kelas minimal 4 kali agar kehamilan sehat dan terhindar dari stunting.